Iseng obok-obok photobucket, search pakai keyword manado dapatnya beberapa foto keren ini. 



Kamis, 22 Oktober 2009
manado at photobucket
Diposkan oleh
Joe
di
01:02
0
komentar
Link ke posting ini
Label: environment, Manadocity
Rabu, 07 Oktober 2009
Manadocity Update Oktober 09
[*] Di Manado, lumayan mudah untuk menikmati pemandangan ragawi yang indah dan elok. Tidak perlu ke mall, sekolah maupun jalan umum saja sudah banyak menampilkan keindahan ragawi. Jadinya tak perlu heran jika di gereja juga bisa dijumpai para wanita seksi maupun wanita berpakaian seksi (ada yang body pas-pasan tapi buka-bukaannya pol-polan). Pokoknya Manado konsisten menjadi Kota Pariwisata Dunia 2010, makanya di semua bagian kota ini pasti mudah menjumpai keindahan.
[*] Di Manado orang sering mengucapkan “Salah-salah” untuk memaklumi sesuatu. Dengan kata lain cukup dengan mengucapkan “Salah-salah” maka orang yang mempertanyakan kenapa terjadi sesuatu akan segera diam dan menganggap hal itu memang sudah semestinya terjadi. Aku tidak terlalu nyaman mengambinghitamkan kata “salah”, kalau salah ya sudah, akui saja, tidak perlu dua kali salah, he4x.
[*] Pasar Ikan Higienis. Saking higienisnya, pasar ini tidak ada penjual maupun pembelinya, alias kosong, alias tipu. Mungkin pernah diaktifkan saat ada acara khusus aja, misalnya pas pembukaan WOC.
[*] Mengamati senja dari kawasan megamas,di samping de Terrace, memberi tampilan langit merona merah bersemu jingga. Mungkin tak terlalu istimewa,mungkin biasa aja, tapi kenapa pula banyak bule yg mengambil gambar n menjadikannya background. Mungkin aja tu bule-bule itu jarang ato bru kali ini liat senja keren di Teluk Manado, ato malah negara asal mereka tdk memiliki pantai.
[*] Jalan pagi d hari minggu bersama ke arah malalayang, bisa dilengkapi dengan naik sepeda air bentuk bebek di Pantai Malalayang.
[*] cafe Manalagi d jajaran baystreet cafe manadomall bahu. Makan nasì paket tude oci harga duapulh rb,dpt 2 ikan, nasi, cah kangkung, and 2 macam sambal. RaSanya enak.ikanx bersih. Sambal bakarnya Ada pake jahe. Dabu dabunya top n fresh.
Ada jg pisang goreng yg jd andalan dg rica roa yg khas.
[*] cafe Manalagi: bisa duduk di bagian luar, outdoor cafe yg di dekat laut. Mulai dari matahari sore masih bersinar, hingga bisa menyaksikan sunset yang keren sambil makan nasi paket tude bakar, plus keripik pisang n minumnya es kelapa muda.
[*] mi soan lokasinya ada di jalan krida malalayang lorong kedua. Harga mi soan per porsi 6000. Harga gorengan spt perkedel nike, dadar jagung alias perkedel milu, and pisang goreng @ 1000.
[*] Daseng barbeque cafe di foodcourt The Boulevard, pas di bibir Manado Bay alias Teluk Manado. Milu siramnya berharga 5 ribu per porsi. Uniknya binte biluhuta ini memakai rebon/udang halus sebagai ganti ikan cakalang yg biasanya melengkapi milu siram. Paket nasi ikan bakarnya berharga dibwh 20 rb per porsi. Malah ada paket A yg berharga 10 rb aja, berupa nasi dg sayur dg sate ikan tindarung. Ikan tindarung lebih familiar di bahasa Indonesia sbg ikan hiu, patut dcoba bwt yg penasaran.
Es buah segarnya enak, nda lebay, sayang harganya 5rb, pdhl cm dapat porsi yg sedikit. selamat mencoba, suasananya yg remang2 cocok buat tempat kencan, full music pula.
[*] Chinese food di Manado
@ Bintang Wayang : mihun kuah dan mi kuahnya porsi besar, rasanya simple, tidak bikin eneg.
@ Samrat Abadi : perlu waktu lama nungguin pesanan datang, krn pembeli banyak banget. Perlu antri utk dapat tempat duduk dg penyebab yg sama.
@ Mangga Dua : salah satu pilihan makan malam coas dan residen RS Prof Kandou karena dekat. Cap cae cah tanpa MSG buatannya enak.
-=- taken from posting at http://yosephsamodra.blogspot.com/ labelled Manadopedia, until the post 'Semuanya Pas'
Diposkan oleh
Joe
di
14:09
0
komentar
Link ke posting ini
Label: environment, jalan-jalan, Kuliner, Manadocity
Sabtu, 21 Maret 2009
Manado 3B bag tiga
Penutup dari trilogi Manado 3B yang sudah terkenal adalah bibir. Ya, 3B Manado yang terkenal adalah: Bunaken, Bubur Manado, dan Bibir Manado. Banyak konotasi negatif yang melekat kepada istilah BIBIR MANADO. Tapi tak mungkin jadi sedemikian terkenal jika bibir manado emang adalah bibir biasa-biasa saja, seperti taruhlah misalnya bibir Pekalongan, bibir Sawahlunto, maupun bibir Merauke.
Secara anatomi, bibir orang Manado sama dengan bibir spesies manusia lainnya, tentu masalah fisik-biologis-fisiologis dari bibir manado tidak mengandung sesuatu yang spesial.
Bibir Manado sebagai istilah mungkin lebih melibatkan aspek fungsional dari bibir orang Manado itu sendiri. Dan pembahasan dari hal ini bisa jadi sangat panjang karena memang tidak ada acuan baku untuk apakah sebenarnya bibir itu seharusnya digunakan dan bagaimanakah cara menggunakan bibir dengan baik. Asumsi negatif ‘bibir Manado’ merupakan ikutan dari stigma yang melekat pada perempuan/wanita Manado. Selain terkenal cantik, oleh orang luar seringkali perempuan Manado dilabeli dengan ‘perempuan nakal’, ‘perempuan murahan’, dan sebutan merendahkan lainnya. Sebelum aku tinggal di Manado pun aku masih teracuni stigma yang jelek tentang bibir Manado.
Setelah aku tinggal di Manado, menjadi orang Manado dengan memiliki KTP, serta mengenal dan berinteraksi dengan banyak perempuan Manado, aku bisa melihat dan memberikan posisi bibir Manado ke tempat yang lebih baik. Bibir Manado tidak selalu identik dengan dunia malam yang mengenal perempuan Manado sebagai salah satu top quality commodity, banyak aspek positif dari bibir Manado. Hal negatif yang tidak terlalu parah dari bibir Manado adalah sifat karlota. Charlotta adalah salah satu tokoh telenovela Latin yang hobby menggunjing alias bergosip, dan orang Manado begitu gemarnya dengan sang tokoh sehingga karlota menjadi kata pengganti untuk bercerita (baik gosip maupun sekedar tukar informasi biasa).
Bibir Manado bisa dimaknai dengan: pinter nyanyi, murah senyum, ramah, toleransi tinggi, menerima perbedaan, dan torang samua basudara (kita semua bersaudara). Bukankah bibir kita akan melengkung (tersenyum) jika kita menjumpai saudara kita? Bukankah stigma negatif dan prasangka takkan keluar dari bibir kita jika yang kita hadapi adalah saudara kita sendiri? Bukankah bibir kita bisa berkolaborasi dengan saudara kita untuk menciptakan harmoni indah?
Makna dari sebuah bibir terletak pada konteks dan pemahaman kita sendiri, terutama mengenai fungsinya.
-
- PENUTUP
-
Fungsi blog manadocity.blogspot.com ini adalah untuk menjadi sarana saya, Yoseph Leonardo Samodra untuk belajar ngeblog sekaligus menyiarkan sesuatu tentang dan dari Manado. Selanjutnya saya akan berkarya melalui yosephsamodra.blogspot.com dan akan meninggalkan posting ini sebagai posting pamungkas, semoga trilogi Manado 3B ini dapat memberi kesan buat siapapun yang ingin mulai mengenal Manado lebih jauh. Terima kasih buat pembaca setia maupun pembaca pemula, isi dari blog ini sedapat mungkin akan diseleksi dan dirapikan agar lebih fokus mengenai Manado. Wassalam.
manadocity, 160421032009.
Diposkan oleh
Joe
di
16:58
8
komentar
Link ke posting ini
Label: blogging, Manadocity, personal
Minggu, 28 Desember 2008
Manado 3B bag dua
Bagian kedua dari 3B adalah Bunaken. Bunaken, atau lebih resminya Taman Nasional Bunaken, adalah salah satu andalan kota Manado untuk menjadi kota pariwisata dunia pada 2010 karena Bunaken diakui sebagai salah satu taman laut papan atas sedunia. Secara administratif daerah Bunaken masih masuk dalam wilayah Manado, sehingga wajar-wajar saja jika orang belum merasa datang ke Manado jika belum menginjakkan kakinya (atau menceburkan dirinya) ke Bunaken.
Bunaken bisa ditempuh dengan kapal motor dari pelabuhan Manado dengan memakan waktu sekitar 40 menit. Ada juga speedboat yang bisa disewa yang akan membuat perjalanan menjadi lebih cepat menjadi sekitar setengahnya saja. Pihak hotel yang memiliki paket wisata ke Bunaken biasanya memiliki kapal sendiri, sedangkan bagi para wisatawan yang tidak mengikuti paket wisata bisa memilih “paket wisata” yang disediakan oleh para makelar kapal di seputaran pelabuhan Manado.
Pesona Bunaken tertumpu pada keindahan bawah lautnya, meskipun Pulau Bunaken, Manado Tua, dan pulau-pulau di sekitarnya layak dijadikan camping ground maupun sekedar trekking, selain itu kawasan hutan bakaunya juga cukup seksi untuk dijelajahi. Tidak perlu bersedih jika tidak dapat menikmati keindahan bawah air secara langsung (baik snorkeling maupun diving) karena masih ada pilihan menikmati keindahan ikan dan terumbu karang tanpa harus basah-basahan. Di sekitar dermaga wisata pulau Bunaken terdapat kapal katamaran yang siap disewa, atau jika ikut “paket wisata” ala makelar di seputaran pelabuhan maka biasanya mereka juga sudah memasukkan naik katamaran dalam agenda kunjungan ke Bunaken. Katamaran adalah kapal dengan bagian lambung yang berupa peti kaca, sehingga kita bisa menikmati keindahan coral dan biotanya yang ada di bawah kapal melalui “jendela” kaca yang ada, mirip lihat akuarium gitu deh. 
Buat yang tidak puas hanya dengan ngintip via katamaran bisa juga mencoba snorkeling atau diving. Bila tidak membawa peralatan juga ngga perlu khawatir. Ada klub-klub diving yang menawarkan sensasi bawah air Bunaken hanya dengan 50 dolar Amerika sejamnya (harga 2005, mungkin udah naik), buat yang belum pernah diving ngga perlu sedih, mereka siap ngajari diving tingkat dasar. Kan asyik tuh, bisa diving sekaligus menikmati keindahan taman laut Bunaken.
Bagian yang kurang menarik dari pulau bunaken adalah kurangnya infrastruktur. Cari WC/kamar mandi/kamar ganti susahnya setengah mampus. Di bagian pulau Bunaken banyak ditemukan meja panjang untuk piknik, namun sayang ngga ada rumah makan. Kalau pun ada penjual makanan palingan hanya makanan dan minuman ringan semacam es kelapa muda, pisang goreng, dan soft-drink. Kalau urusan cendera mata ngga usah kuatir, banyak stan oleh-oleh yang menjual pernak-pernik untuk buah tangan. Yang paling digemari tentulah kaos dengan tulisan dan gambar Bunaken.
Pantai pasir putih Bunaken juga menjadi halaman bagi resor-resor yang ada di pesisir Pulau Bunaken yang biasanya menjadi pilihan para wisatawan mancanegara untuk berjemur dan snorkeling sepuasnya. Namun pada umumnya turis lokal hanya piknik satu hari, kemudian kembali ke Manado sore harinya.
Masih banyak yang perlu dibenahi oleh semua pemangku kepentingan agar Bunaken dapat menjadi tempat wisata kelas dunia. Infrastruktur hingga sumber daya manusia masyarakat yang ada terlebih kelestarin lingkungan harus senantiasa diusahakan dalam kondisi prima. Viva Bunaken!
Manado, 1324281208. abis makan kacang.
Diposkan oleh
Joe
di
17:57
5
komentar
Link ke posting ini
Label: environment, jalan-jalan, Manadocity
Senin, 22 September 2008
Manado 3B bag satu
Rangkaian penjabaran 3B Manado dimulai dengan Bubur Manado alias Tinutuan. Saking terkenalnya, pemerintah kota Manado sampai memasang papan penanda bahwa gang tempat beberapa warung yang menjual tinutuan adalah obyek wisata, yaitu di kawasan Wakeke.
Menu utamanya tentulah bubur manado, bubur sayuran dengan kombinasi nasi, singkong, labu, kangkung, jagung, gedi, kemangi, dan bayam. Pelengkapnya tentulah sambal ikan roa yang gurih serta perkedel nike (perkedel teri). Bisa juga tambah ikan cakalang fufu (cakalang yang diawetkan, pakai ‘cat’ merah), tahu goreng, ataupun perkedel jagung. Di Wakeke kita juga bisa makan mi cakalang, jagung rebus, ataupun makanan ringan lain.

Suasana warung yang sederhana, santai, bersih, dan terbuka menjadikan kawasan lorong Wakeke sebagai tujuan berbagai kalangan untuk melakukan wisata kuliner maupun hanya makan pagi biasa.
Anak-anak kos pun bila ada waktu senggang banyak ditemui berwisata kuliner di Wakeke.

Sebenarnya bubur manado di Wakeke tidak berbeda dengan bubur manado yang dijual di banyak tempat di Manado. Yang membedakan warung Tinutuan Wakeke, terutama Warung Jalan Wakeke No.1, adalah seringnya diliput oleh berbagai acara hiburan seperti Wisata Kuliner dan acara lain yang ikut-ikutan. Pak Bondan Winarno pun sempat menorehkan kesannya saat makan tinutuan di Wakeke No.1 tanggal 10 Mei 2007: Tinutuan + Perkedel Nike Sungguh Mak Nyuss!
Manadocity, 1414210908. Yoseph thx to Wdy n Hny.
Diposkan oleh
Joe
di
17:08
4
komentar
Link ke posting ini
Label: Anak kos, Kuliner, Manadocity
Sabtu, 16 Agustus 2008
Mantan Intro dan Sekapur Sirih
Daripada intro dan sekapur sirih lama dari blog sebelah di yosephsamodra.blogspot.com terhapus percuma dan tidak ada jejaknya di dunia maya, maka kuputuskan untuk memasangnya disini.
Soalnya emang aku sekarang primarily blogging di yosephsamodra.blogspot.com dan sedang berjuang membuatnya mapan. Coba deh kunjungi, lihat, dan kasih masukan, semoga kalian bisa bantu aku jadi blogger yang lebih baik.
Maunya sih re-launching yosephsamodra.blogspot.com dipaskan tanggal 20 Agustus 2008, tapi karena kemungkinan besar bakal sibuk di bagian neurologi maka sesempatnya aku rombak ulang, toh perubahannya juga ngga sedrastis waktu pindahin most activity dari blog ini.
Thanks lah, for all viewers that always happy to visit this blog, try yosephsamodra.blogspot.com also. So, here we goes...
Intro
This blog is dedicated to everything that keep me always awake, maybe you can call it thorn in my flesh, knowing that God always love me with unconditional love, reminding me that I need Him, without Him I am nothing. Impossible is nothing, so I think I am impossible to be loved, but God himself still stubbornly love me. The last thing I could do just let Him take over my life, knowing He knows the greatest paths and ways to make me one of His precious son, and my last struggle is just be one with Him, whatever it cost. Immanuel.
31:01:08
Sekapur Sirih
Update:
Akhirnya aku launching juga blog baru ini, dengan alamat yosephsamodra.blogspot.com yang akan menjadi tempat aku lebih bisa berekspresi tanpa harus sok narsis seperti menggunakan cecepcakep.tk atau bernuansa kedaerahan seperti pada blogku di manadocity.blogspot.com yang telah banyak membawaku menjelajahi blogosphere.
Thanx buat support dari teman2 pembaca dan teman2 blogger, terutama yang rajin 'kopi darat' seperti Selvi, Arbed, and Hajar. Jangan lupa rajin kunjungi situs ini yah..
Mdo, Sunday 060408.
-
Semula aku ingin buat blog dengan judul D3, duri dalam daging, atau thorn in my flesh. Tapi entah kenapa kok kemarin malam terlintas dipa nusantara, setelah kucoba cari kaitannya ternyata dalam anggapanku dipa nusantara telah menjadi duri dalam daging dalam nusantara (Indonesia) itu sendiri. Yah mungkin ini hanya akibat indoktrinasi yang kuterima selama sekolah dulu, tapi aku menggunakannya hanya karena enak didengar atau enak dibaca. Nanti kuusahakan menemukan kepanjangan yang pas sehingga aku tetap bisa punya blog dengan judul dipa nusantara tanpa takut dijadikan tahanan politik. Tentang isinya sendiri berupa berbagai hal yang menjadi duri dalam dagingku. Masing-masing bagian hidupku memiliki durinya masing-masing. Namun aku masih bisa bersyukur dengan adanya bermacam duri ini, yaitu aku masih diberi kesempatan untuk mengingat kalau aku bukan siapa-siapa, dan aku memerlukan kasih karunia Tuhan semata. Dan aku tahu dalam kelemahanlah kasih karunia menjadi sempurna. Bukan berarti aku berhasil menemukan alasan untuk tetap jatuh bangun dalam kelemahan, namun dengan menyampaikannya secara terbuka aku berharap suatu saat bisa lepas dari semuanya (dengan kekuatan dari Tuhan tentunya) dan tetap tidak lupa diri. Semua yang ada tertulis disini bersifat pribadi, dan saya tidak bertanggung jawab jika setelah membaca blog ini anda tidak mendapatkan apa-apa.
Terima kasih buat anda yang mau membaca tulisan saya, terlebih jika anda mau mengomentari, saya akan selalu berusaha menanggapi dan tidak akan menghapus komentar anda. Tuhan memberkati kita sekalian.
31:01:08
Diposkan oleh
Joe
di
12:35
2
komentar
Link ke posting ini
Minggu, 01 Juni 2008
Final Fantasy and Cecep
Aku udah mainin game Final Fantasy VIII (FF8) selama lebih dari 100 jam, itupun belum termasuk waktu yang terpakai untuk mengulang kalau game over. Aku baru sampai di Disc IV (disc terakhir), yah untuk ukuran game PS 1 memang game ini tergolong game yang panjang. Apalagi aku main versi PC-nya, ketambahan satu CD untuk installernya, jadinya untuk bisa memainkan game ‘klasik’ ini perlu menyediakan 5 CD dan kesabaran ekstra. Untungnya ada tutorial di internet yang sangat membantu memahami cerita sekaligus menyelesaikan permainan tahap demi tahap. Mungkin ada yang berpikir bakal lebih ringkas kalau game FF VIII ini dimasukin dalam satu keping DVD, tapi aku sampai sekarang baru nemu yang versi CD, lagian laptopku kan ngga mampu baca keping DVD, jadinya emang pas deh pake CD, ngga papa abisin CD lumayan banyak.

Tokoh utama yang kumainin dalam Role-Playing Game ini adalah Squall, cowok keren anggota kelompok prajurit bayaran elit. Karena dia ganteng dan pemain diberi kesempatan mengganti namanya, maka kuberilah dia nama Cecep. Nah, Squall, eh Cecep ini punya pacar (di dalam game) yang bernama Rinoa, cewek cantik berambut hitam sebahu, anak seorang Jendral. Perjalanan cinta mereka menjadi warna tersendiri dalam game ini, sedikit mengimbangi unsur kekerasan yang cukup kental sejak dari awal game ini dinyalakan. Adegan cinta-cintaan terkeren adalah saat mereka berdua ada di kapsul penyelamat sebelum menemukan Ragnarok, coba deh mainin gamenya and liat sendiri kenapa aku suka adegan itu. Dari tutorial yang kubaca katanya endingnya keren and ada something surprising, sayang aku belum kelarin game ini jadi aku ga bisa cerita. Lagu utamanya “Eyes On Me” juga keren abis, emang game ini layak dinobatkan sebagai salah satu game terbaik. Ngga ada salahnya deh mainin game yang tergolong jadul ini, penggemarnya masih banyak kok.
Mdo, 1537010608. Abis ibadah syukur kenangan kematian ibu kos.
Diposkan oleh
Joe
di
17:49
2
komentar
Link ke posting ini
Label: Tokoh
Kamis, 01 Mei 2008
Ten things about Manado
1. banyak anjingnya . . jadi mezti selalu siapin batu kalau mau kmn-mn
2. panas buanget kalau siang . . kaya dimasukin di oven ( “tapi orang sini ko putih2 y”, mikir)
3. sering mati lampu, pokoke lampu emergency harus selalu full baterry
4. bahasa sehari-hari lmayan sulit, i aja udah setahun blum juga fasih .
5. harga makanannya lumayan mahal, kalau enak sih gpp . . kalau g?
6. g taat aturan lalulintas, lampu merah main serobot aja . .
7. banyak penjual VCD/DVD bajakan, POL PP diam aj tuh . . klu PKL aj main usir
8. g tau ap lagi, besok di terusin coz in ud ngantuk banget ........
(paruh kedua 2007)
Yah yang di atas adalah sekelumit perasan otak dari mantan adek kosku saat torang masih satu tempat kos, yang sayangnya hingga kini belum kesampaian menggenapkannya sampai sepuluh. Kini dia udah pindah kos and torang udah jarang banget komunikasi.
By the way, sebagai blogger yang (agak) bertanggung jawab maka aku wajib menyelesaikan tulisan ini dan mengereknya karena emang aku udah janji sama Widy untuk memasukkan tulisannya di atas ke dalam salah satu posting di (salah satu) blogku. Sebenarnya aku mau menulis tentang ‘ten things i hate about manado’ tapi si Widy cuma menulis Ten things about Manado, yah aku sih manut-manut aja. Secara garis besar aku udah setuju banget ama ten things versi Widy, jadi yang akan saya tulis adalah
TEN THINGS I HATE ABOUT MANADO
1. Hawanya PANAS banget. Di Surabaya yang kata orang sangat panas aja aku masih merasa agak sejuk, hehehe, ngga panas-panas amat lah. Apalagi compared to my hometown Malang, wah jauh banged tu. Di manado aku nyaris ngga pernah pilek pagi akibat alergi dingin, but kalau aku di Malang nyaris tiap hari kena rhinitis alergika.
2. RAJIN mati lampu. Balineseboy bilang kalaupun di Bali lagi krisis listrik dan ada pemadaman bergilir maka yang disebut pemadaman bergilir adalah pemadaman bergantian pada tiap-tiap distrik dan paling cuma beberapa menit aja, trus bakal nyala ulang and ngga mati-mati lagi. Kalo di manado, siap-siap aja deh punya lampu emergency ato genset sekalian. Mati lampunya ngga kira-kira. Pemadamannya ngga bergilir sama sekali. Tuminting dan Malalayang adalah dua daerah yang SANGAT RAJIN mati listrik, bahkan pernah satu hari mati 3 kali. Durasinya pun lumayan ngeri, rata-rata berkisar dari setengah jam hingga 5 jam.
3. Harga makanan MAHAL. Bahagia banget kalo aku dapet undangan ke suatu acara yang menyertakan ‘ramah tamah’ alias makan-makan ke dalam susunan acaranya. Harga semua jenis makanan relatif lebih mahal di Manado bila dibanding dengan di Malang. Kalau masalah harga sebenarnya di Malang juga banyak makanan yang mahal, tapi bedanya kalau di Manado ngga ada yang murah.
4. Biaya warnet MAHAL. Gila, ongkos ngenet sejam di Manado boleh dapet hampir 2-3 jam ngenet di Malang, itupun dengan kualitas sarana-prasarana warnet Malang yang rata-rata lebih bagus daripada warnet Manado. Apalagi kecepatan jelajah yang lumayan lemot serta bandwith yang ‘hemat’ memperparah perwarnetan di Manado.
5. Kotanya KECIL. Secara geografis, Manado adalah kota yang berkembang di pesisir pantai. Jadi jangan heran kalau pusat keramaian akan ‘tersebar’ sepanjang garis pantai Teluk Manado, kalau pusat pemerintahan masih lumayan terletak di tengah, dan kini pemukiman udah cukup tersebar. Tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa mengelilingi Manado dari ujung ke ujung, paling seharian juga udah berapa kali muter-muter tuh.
6. NGGAK dapet SEMUA siaran tv nasional. Beberapa acara bagus seperti Republik Mimpi yang kini pindah tayang ke tipi wan (ex-Lativi) ngga bakalan bisa ditonton tanpa bantuan dekoder. MetroTV pun dapat diterima dengan sinyal yang manis (mengundang banyak semut di layar). Masih lumayan ada tivi lokal yang kualitas sinyalnya lumayan bagus, jauh lebih bagus dari siaran tivi lokal di Malang, isi siarannya pun cukup keren.
7. NGGAK ada bakso ENAK. Siksaan kuliner terberat yang kualami adalah bakso ‘terenak’ di Manado adalah bulatan daging dengan kuah misterius dengan pelengkap ala kadarnya yang tidak memiliki citarasa bakso sejati. Harap maklum, soalnya Malang adalah Kota Bakso, udah banyak yang mengenal Malang lewat Bakso Malang. Ada sih gerai franchise Bakso Kota Cak Man asal Malang yang menurut orang Manado rasanya berkisar biasa hingga enak banget, tapi bagiku baksonya sama-sama ngga jelasnya dengan Bakso Lapangan Tembak.
8. Penduduknya JOROK. Emang sih kota ini termasuk jajaran kota bersih se-Indonesia karena terbukti telah memperoleh Adipura, tapi dalam keseharian aku masih ngga terlalu setuju kalau orang Manado adalah orang yang suka menjaga kebersihan. Banyak orang yang ganteng dan cantik, berpakaian rapi dan bagus, menenteng ponsel mahal, eh dengan entengnya bisa meludah di sembarang tempat. Belum lagi kebiasaan membuang sampah seenak perut, serta tukang sampah dan mobil pengangkut sampah yang rajin datang terlambat.
9. Mikroletnya BERISIK. Tidak semua mikrolet di Manado berisik, tapi begitu anda naik mikrolet yang power dari speakernya puluhan ribu PMPO maka dijamin denyut jantung anda akan naik, telinga akan berdenging (tinnitus), keringatan, pusing, serta gejala keracunan suara lainnya. Kurang ajarnya lagi di tengah malam aja masih ada mikrolet yang masang speakernya full power, aku yang tinggal sekitar 50 meter dari jalan raya aja bisa mendengar dengan sangat jelas lagu-lagu yang diputer mikrolet yang melintas. Mungkin justru di malam hari para pemilik audio mikrolet merasa mendapat kesempatan untuk mengetes dan menikmati kedahsyatan audionya karena tidak ada gangguan dari sumber suara lain.
10. Flexi rajin GANGGUAN. Telkom Flexi sebagai salah satu penyedia jasa telekomunikasi murah di Manado sering berulah dengan layanan yang mengerikan. Seringkali Flexi tidak bisa dipakai menelepon atau kadang pembicaraan terputus karena sinyal yang tiba-tiba menghilang/drop. Jangkauan dan kekuatan sinyalnya pun ngga terlalu memuaskan, di RS banyak spot dimana panggilan Flexi terasa seperti hal yang agak mustahil terjadi. Sekarang mungkin karena didorong oleh pertumbuhan pelanggannya maka tingkat pelayanan dan kenyamanan Telkom Flexi udah tidak terlalu parah.
Well, kira2 itulah 10 hal yang tidak terlalu kusukai dari KOTA MANADO. Namun, aku sayang MANADO, i love Manado, aku sangat senang bisa hidup di kota ini. Itulah sebabnya aku sampaikan hal-hal yang tidak kusuka, supaya pemerintah dan seluruh warga Kota Manado bisa bersama-sama melakukan perubahan yang membuat Manado menjadi kota yang lebih baik lagi.
Jayalah Manado, jadikan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010.
Manado, 2111090408. Sebelum telpon Vera.
Diposkan oleh
Joe
di
20:06
2
komentar
Link ke posting ini
Label: environment, Manadocity, personal
Minggu, 06 April 2008
Asterix and Marley
Asterix, Obelix, dan Marley.
Siapa sih yang ngga kenal tokoh satu ini? Ya, dia adalah pahlawan Galia melawan orang Romawi. Dia punya sohib segede gaban bernama Obelix, serta punya anjing bernama Idefix. Tentang nama-nama tokoh dalam kisah-kisah Asterix biasanya akan sangat variatif, tergantung terjemahannya, yang pasti semuanya diberi imbuhan –ix. Ada dukun sakti pencipta ramuan yang membuat badan segar bugar, otot kawat, tulang besi, dan memberikan tenaga ribuan kuda, namanya Panoramix pada buku versi bahasa Indonesia, namun pada versi filmnya disebut Sidomunculix wakakakak.. Jadi jangan heran kalo di filmnya bakal ditemui tokoh dengan nama Fullyautomatix.
Tentang versi cetak dari kisah Asterik kebanyakan orang mengenalnya sebagai ‘komik lama’, dengan ukuran halaman yang cukup besar (lebih besar dari kertas A4), dan gambar-gambarnya full color, kalo ga salah penerbitnya adalah Misurind. Sekarang udah jarang nemuin komik Asterix di toko buku. Kalaupun ada pastilah cetakan jadul, dengan hanya beberapa judul saja. Tentang filmnya, setahuku hanya ada 2 film dengan menggunakan personifikasi betulan (menggunakan aktor-aktris, pokoknya film manusia) yaitu “Asterix dan Cleopatra” dan “Asterix dan Obelix”, dan satu film (bioskop) animasi dengan judul “Asterix dan Orang-orang Viking”. Aku suka cerita Asterix karena banyak humor dan plesetan yang ‘cerdas’.
Marley adalah anjing ngaco nda jelas milik John Grogan, seorang jurnalis. Dalam salah satu bukunya ‘Marley, Bukan Anjing Biasa’ (Marley: a Dog Like No Other) terdapat deskripsi singkat tentang Marley: Anjing terkonyol di dunia. Kayanya ngga terlalu berlebihan deh pilihan kata ‘terkonyol’ tersebut, aku baru baca setengah bukunya aja merasa harus berhenti karena capek ketawa saat membaca rekaman tingkah konyolnya. Ditambah lagi dengan gaya penulisan sang pemilik yang lucu, santai, dan tidak membosankan maka dalam waktu singkat aku pun jatuh cinta pada Marley. Deskripsi yang cukup gamblang bisa membuat kita seakan menjadi pemilik Marley, dan tingkahnya yang sebenarnya biasa-biasa saja bisa menjadi sesuatu yang konyol dan sangat emosional. Buat orang-orang yang takut anjing atau pernah trauma berkaitan dengan anjing bisa mencoba menghilangkan prasangka tentang anjing dengan membaca buku ini, recommended banget. Selain itu untuk yang pengen sekedar membaca bacaan fresh, dengan jalan cerita yang lumayan baru (biasanya baca kisah lucu tentang manusia, kini ada cerita tentang anjing), bisa mencoba membaca biografi dari seorang, eh, seekor anjing Labrador retriever ini, dijamin ngakak. Buku lain yang ditulis oleh John Grogan adalah: Marley and Me, Marley and Me Illustrated Edition, serta Bad Dog, Marley.
Nah, ngga bakal kebayang deh gimana kacaunya kalu ada cerita gado-gado dimana Asterix dan Obelix punya anjing bernama Marley. Huehehehehe pasti deh dua orang pahlawan ngaco ditemani anjing yang lebih ngaco dari keduanya bakalan melenyapkan para Romawi dari muka bumi.
Cecep thanx to: Mumud alias Indira
Manado, Hot and Sweet city, 2119030408.
Diposkan oleh
Joe
di
18:12
4
komentar
Link ke posting ini
Fitna dari Rehab Medik
Selama dua minggu aku melewatkan masa koass di rehab medik aku menyedari bahwa dua hal berikut adalah fitna dan tidak terbukti kebenarannya. Jangan percaya bila ada seseorang
mengatakannya kepada anda.
1.Loker di rehab medik cukup untuk dimasuki dua orang.
2.Pintu loker rehab medik rasanya terlalu asin.
Saya sudah membuktikan bahwa kedua fitna tersebut benar-benar fitna (penulisan fitna mengacu pada film Fitna dari Belanda yang kontroversial tentang Islam, suer deh blog ini ngga ada hubungannya dengan film tersebut, cuma numpang beken aja, hehehe). Dari dua gambar berikut saya bisa menyatakan bahwa:
1.Loker di rehabilitasi medik tidak bisa dimasuki bahkan oleh satu orang saja. Suasana di dalam pengap, bernafas aja susah. Tuh, cuma sekitar sepertiga badanku aja yang bisa masuk. Kegiatan mencoba masuk ke dalam loker adalah kontra indikasi mutlak untuk penderita klaustrofobia dan asma bronkial.
2.Pintu loker rehab medik cuma berasa kayu biasa, ngga terlalu asin. Kalau mau mencoba memakannya juga susah, palingan cuma bisa diemut dan dijilat. Apalagi kalau anda ingin memakannya dalam sekali caplok, dijamin mulut anda ngga bakalan bisa menampungnya.
Yah, itulah sedikit pengalaman saya selama praktek sebagai dokter muda di Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Semua yang tertulis hanyalah untuk kepentingan pendidikan dan hiburan, no offense, he4x.
Manadocity, 0950060408.
Diposkan oleh
Joe
di
18:10
0
komentar
Link ke posting ini
Label: kesehatan, Occupation, personal
Tragedi Cucur

Mengingat tulisan tentang Cucur Berdarah yang ditulis oleh Si Saki, maka boleh dibilang ini adalah sekuelnya.
Kejadiannya pada Kamis pagi (kemarin) saat akan mencabut undian untuk menentukan dokter penguji untuk ujian dokter di salah satu bagian. Beberapa menit sebelum mencabut undian, si Hajar menelepon teman yang lagi beli makanan di Wartel (Mall di RS) dan dia minta tolong beliin kue karena lapar. Eh dia ada bilang “beliin cucur juga”, akupun cuma ketawa sambil mengingatkannya akan tragedi sebelumnya. Lalu Hajar membatalkan pesanan cucurnya dan minta dibeliin kue yang lain. Tak lama datanglah teman yang beli kue di Wartel, dan diantara pesanan Hajar terdapatlah CUCUR. Whaa, ternyata sekali disebut bakal nempel terus, kutukan cucur telah menghipnotis teman yang dititipi untuk tetap memberikannya pada Hajar.
Tidak cukup sampai disitu, ternyata Cucur tetap menunjukkan amarahnya pada orang yang suka mengolok-olok dan menjadikan cucur sebagai bahan tertawaan. Ya, ‘berkat terselubung’ Si Cucur juga mengenai diriku yang dari tadi menertawakan Kisah Cucur Berdarah. Terbukti saat mencabut undian, aku ma Hajar dapat jatah ujian ke dokter yang tergolong killer. Jadinya aku berusaha menepis kemungkinan tragedi itu berlanjut. Entahlah, efek cucur pada Hajar jauh lebih kuat daripada efeknya padaku, buktinya saat melapor minta ujian Hajar melakukan kesalahan yang membuat dokter marah.
Teori Hajar tentang cucur memiliki daya untuk menarik kehadiran dokter kayaknya harus diganti dengan: Cucur memiliki daya untuk menarik kesialan, he4x. Pokoknya aku ma Hajar seharian stres mikirin ujian dan Hajar makin stras setelah dimarahi dokter. Mungkin dapat dipertegas dengan ‘SAKIT’nya teman yang membelikan cucur sehingga hari ini dia tidak bisa ujian, dan kemungkinan besar akan dapat nilai TL.
Percaya ngga percaya, pokoknya kami enam orang dalam satu gelombang percaya bahwa Yang Mulia Cucur memiliki kekuatan misterius yang dapat memberikan kesialan kepada mereka yang tidak menghormatinya. Sehingga ‘cucur’ untuk kalangan kami menjadi kata terlarang, yang tidak boleh disebut dengan tidak sopan (hehe). Untuk itu bila anda ingin membaca blog ini dengan bersuara, saran terbaik adalah: Gantilah kata CUCUR dengan “Kukis Itu”, “Kue You-Know-It”, “Kue Itu”, atau kata ganti lain yang sopan sehingga anda akan terbebas dari “berkat terselubung” yang dibawa oleh ‘kue itu’, he4x.
Untungnya daya kekuatan cucur sejauh ini hanya bertahan dalam hari yang sama. Hari ini aku ama Hajar tidak jadi ujian ke dokter yang menakutkan, tapi diganti oleh dokter lain. Untunglah. Namun aku yang emang kebawa stres semalam tidak belajar, dan efeknya adalah aku ujian dengan penuh lawakan. Masak pasienku aja aku ngga hafal statusnya, plus banyak kekonyolan yang bodoh lainnya. Dan untuk ujianku yang ajaib aku yakin 100% bukan karena ‘kue itu’ tapi karena akunya aja yang ngga belajar.
So, waspadalah.. waspadalah..
Cecep special thanks to Pembuat dan Penjual Cucur di seluruh dunia.
Manado (city of cucur), 1730280308.
Diposkan oleh
Joe
di
18:00
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Kuliner








